ADA MANFAAT DISETIAP UJIAN DARI TUHAN

 ADA MANFAAT DISETIAP UJIAN DARI TUHAN




    Manusia diciptakan Oleh Tuhan (Allah) dengan berbagai macam kelebihan, diantaranya dengan diberikannya Akal dan Hati nurani pada diri manusia dan tidak diberikan kepada makhluk lain di dunia ini. Dengan dibekalinya akal dan hati nurani, diharapkan manusia itu mampu untuk berfikir dan membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik atau buruk. Sebagai manusia kita tidak bisa lepas dari yang namanya sikap sosial, yaitu suatu sikap dimana manusia tidaklah bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain dan makhluk lainnya.
   Kehidupan masyarakat disekitar kita memiliki sikap kekeluargaan yang sangat erat, apalagi kita sebagai warga negara Indonesia dan dari suku Jawa, Sikap kekeluargaan dan rasa saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya sangat erat, dibuktikan dengan beraneka-ragamnya kegiatan yang ada di sekitar kita ini, seperti gotong royong saat tetangga membangun rumah bahkan ketika tetangga kita ada yang terkena musibah. Meskipun Musibah merupakan cobaan untuk setiap pribadi manusia yang diberikan langsung dari Tuhan (Allah), Tetapi kita juga sebagai makhluk sosial, sehingga kita haruslah untuk saling tolong menolong.
   Sejak  bulan maret tahun 2020 lalu, seluruh masyarakat dunia dicemaskan akan datangnya wabah virus Covid-19, yang berasal dari kota Wuhan China. Semua orang panik, sebab virus kecil ini sangat mudah menular dan mematikan. Dibuktikan dengan laporan data hingga bulan april 2020, kasus Covid 19 mencapai 6000 kasus terkonfirmasi, lebih dari 500 orang yang meninggal dunia,  dan lebih dari 700 orang yang dinyatakan sembuh. Tidak hanya itu bahkan di luar negeri pun banyak sekali pasien yang dinyatakan positif dan dirawat hingga memenuhi taman rumah sakit, sebab terlalu banyaknya pasien dan kurangnya tempat untuk menampung pasien.
   Sejauh ini, pemerintah Indonesia juga terus memaksimalkan usahanya untuk memutus mata rantai virus corona. Mulai dari pendataan, penyuluhan, isolasi mandiri, social distancing, jaminan terhadap kesejahteraan rakyat terdampak, program dirumah saja, lockdown daerah, hingga PSBB yang baru diberlakukan di bulan April 2020. Namun, masih terdapat kenaikan yang signifikan terhadap kasus konfirmasi positif, maupun pasien yang meninggal dunia akibat virus ini di Indonesia.
Di masa yang seperti ini, kesadaran dan kerjasama warga sangat dibutuhkan. Mulai dari kesadaran warga dalam mematuhi aturan yang ada, menjaga jarak, tidak mengadakan suatu acara yang melibatkan banyak orang, menjaga diri dengan membiasakan mencuci tangan dan memakai masker, hingga tidak menimbun persediaan masker yang saat ini dibutuhkan. Meskipun, secara berat hati harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan di luar rumah, berhenti melakukan ibadah di luar rumah secara bersama-sama, berhenti mengadakan kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, dll. Bagi warga Indonesia, hal itu dirasa sangat asing karena selama ini warga Indonesia merupakan kesatuan yang berasal dari kegotong-royongan warganya. Namun, usaha pemutusan rantai ini harus dilakukan agar makhluk baru yang menghebohkan dunia ini segera musnah.
Hal ini juga berimbas pada beberapa sektor salah satynya perekonomian, kini banyak masyarakat yang aktifitasnya harus terhenti dengan adanya virus Covid19 ini. Beberapa terpaksa diberhentikan dan dirumahkan, beberapa lagi WFH (work from home). Hal ini tentu saja menjadikan situasi yang serius serta mengadaptasian kembali masyarakat terhadap aktifitasnya. Kondisi ini juga membuat kurva pendapatan pendapatan menurun, beberapa usaha diberhentingan dengan pertimbangan agar mampu menstabilkan keadaan. 
  Dengan keterbatasan akses saat ini menjadikan orang-orang mengurangi segala aktivitas. Salah satu dampak juga terlihat di Desa Kras Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Dahulu para dermawan aktif memberikan bantuan terhadap para anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu di Desa Kras. Namun setelah adanya virus covid19 ini, anak-anak sudah tidak lagi didapatkan anak-anak. Melihat kejadian ini mahasiswa Unhasy melakukan kegiatan KKN Tematik 2020 dengan turun langsung ke masyarakat. KKN Tematik yang diadakan kampus terdiri dari KKN dengan sistem daring, APD, dan Baksos. Disini KKN yang digunakan adalah dengan sistem baksos dengan memberikan bantuan laangsung ke masyarakat. Meskipun masih dalam kondisi virus, mahasiswa melakukukan KKN dengan tetap memberlakukan protokol kesehaatan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Mahasiswa melakukan program KKN seperti ini dengan harapan mampu sedikit meringankan beban yang dirasakan masyarakat serta bersama-sama berdoa agar keadaan membaik seperti semula. Adapun yang diberikan mahasiswa berupa beras, gula, minyak, mie instan serta sejumlah uang kepada anak-anak yatim piatu. Masyarakat juga menerima dengan baik kedatangan mahasiswa, sehingga dapat terselenggarakannya program KKN Tematik 2020 kali ini. 








Komentar